Senin, 13 Februari 2012

Selayang Panjang Kisah di Nepaloka

aku adalah putra jawa yang sejak jabang bayi berada di kerasnya budaya Sumatra, tepatnya di Tanah kelahiranku, Provinsi ku tercinta, LAMPUNG. sebelum aku memulai semua kisah indahku di tengah keramaian Jogja, inilah jati diriku sebelum tiba di kota Pelajar ini. Gahar, Nakal, KOMPLIT!!!

haahh. akhirnya tiba juga aku di jogja. letihnya perjalanan 24 jam dari kota kelahiranku, Lampung, terbayar sudah. kini aku berdiri di sebuah sekolah yang megah, SMAN 11 Yogyakarta. disini awal dari semua kisahku di tanah perantauanku.
bel masuk pun berbunyi. ini adalah hari pertamaku menjalani masa orientasi (MOS). sempat aku grogi, dikarnakan aku harus menyesuaikan budaya yang tentunya berkebalikan dengan budaya di daerahku. kuberanikan diriku berkenalan dengan teman baru. masih terngiang jelas nama Bagaskoro Bagus Sambodo (Bagus). yah, dialah siswa yang pertama kali aku kenal. dan kerennya, kami ternyata menjadi teman sekelas. kami masuk sebagai siswa di kelas Sepuluh B (XB), atau yang akab di dengar BOKEB (Bocah Kelas B).
saat itulah aku mulai menemukan sahabat sahabat baru, yang kini menjadi keluarga baruku di Jogja.
aku duduk sebangku dengan Dwias Zulfikharisma Rinawan (Dias). mulanya aku agak canggung untuk sekadar ngobrol. karna cengkok logat bicara jogja berbeda jauh dengan Lampung. tak jarang aku dikerjai dengan kata berbahasa jawa ang artinya aneh. seperti makan duskrib (makan tempat pensil), minum ungotan (minum peruncing) banyak deh yang lainnya. namun semua malah membuat aku smakin akrab dengan teman teman yang lain. aku jadi lebih banyak kenal sahabat baru. Didik, andre yono, elan, jefri dan imam. bersama mereka aku mulai smakin akrab dengan semua teman kelasku. banyak kgiatan yang kami lakukan. kami pergi touring, ataupun sekedar nonton film. semakin akrab ikatan persaudaraan di antara kami.


 kedekatan yang lebih mendalam aku rasakan saat aku masuk dalam keorganisasian Rohis Nurul Ilmi (RNI). aku mendapatkan sahabat baru dari kelas lain yang ada di sekolahku. aku mengenal sahabat baru, Fikri, Wendi, Matona, Arli, Tomi, Niar, Tia , Rizka dan Nayla. sebenarnya Rizka dan Nayla adalah teman kelasku. tapi aku baru kenal saat kami masuk di kepengurusan ini. semakin mendalam aku temukan kekeluargaan di sekolahku ini. rasanya aku menemukan rumah baru. aku semakin semangat manjalani hari hari bersekolah. di Rohis aku banyak mempelajari apa keseimbangan antara Imtaq dan Iptek, yang semakin mendekatkanku kepada ALLAH. di Rohis aku ikut kepanitiaan pesantren kilat, idul adha, dan sebagainya. aku menemukan pengalaman yang tak ternilai harganya.




 di rohis juga aku bersama teman temanku membuat grup musik nasyid acapella, yang beranggotakan aku,dias,wendi,arli,matona,bagus, dan fikri. grup ini kami beri nama SAGEZZA yang artinya kebijaksanaan. kami sering berlatih bersama dan tanpil di berbagai acara dan perlombaan. Alhamdulillah beberapa perlombaan dapat kami juarai dengan hasi yang cukup memuaskan.



di sekolahku, aku juga dikenalkan dengan organisasi bernama Majelis Perwakilan Kelas (MPK). aku menjadi lebih memahami organisasi ang ada d sekolahku.

 semakin banyak juga kawan baru yang kutemui.
tak terasa perguliran waktu tiba di pelabuhannya. aku dan teman XB naik kelas dan masuk ke jurusan masing masing. kami  masuk dalam jurusan IPA dan IPS. tak satupun dari kami yang tinggal kelas. kami semua naik ke kelas XI.
di kelas XI aku masuk ke kelas baru bersama teman teman baru. aku menjadi salah satu murid di kelas XI IPA 1 atau yang biasa di sebut ASOE (Asosiasi Sains One). dari kelasku dulu, aku masuk di kelas ini bersama Bagus, Elan, Ninuk, Fala, Rizka, Arip. di kelas ini aku mendapatkan nlai kekeluargaan yang tak terlukiskan. aku mengenal sahabat yang masing masingnya memiliki kelebihan yang luar biasa. aku merasakan nikmatnya persaudaraan yang menyejukkan satu sama lain. kami tak hanya sekedar touring, aku masih ingatjelas, kami berbondong bondong mengumpulkan sumbangan untuk korban merapi. terik matahari seusai sekolah adalah waktu yan kami gunakan untuk menggalang dana. kami ngamen bersama di perempatan, perbelanjaan, kedai makan dan bis kota. subhanallah. sebuah keindahan kekeluargaan yang sangat aku rasakan di ASOE. kekompakan dari kami menampilkan kami menjadi kelas yang cukup di beri apresiasi dari beberapa dewan guru. kelas yang akan selalu aku rindu.






di Kelas XI, aku dan teman temanku memiliki amanah baru pula. Fikri menjadi Rois Am, Jefri Menjadi ketua Eleven Red Cross (ERC), dan aku menjadi ketua MPK. semua kegiatan poitif kami galakkan untuk meningkatkan kualitas pelajar Nespaloka. agar kelak kami tak hanya pandai, tapi juga berakhlak.
banyak kegiatan yang tak terlupakan di sini.
sampai akhirnya, kami naik tingkat ke jenjang kelas berikutnya. kelas yang kini aku diami untuk menuntaskan studi ku di masa SMA ini. aku berada d kelas XII IPA 2 atau dikenal ASTRO (Asosiasi Sains Loro). menjadi berat rasanya manjalani masa masa pembelajaran di sini. aku mulai membayangkan masa masa yang indah ini akan aku tinggalkan. saat kelulusan nanti, pastilah aku akan berpisah dengan semua sahabatku. canggung, an canggung. semakin dalam aku rasakan. pikiranku melayang entah hinggap kemana. sering aku melamun, membayangkan semua kisa ang dulu pernah aku lalui. namun inilah aku, harus terus menapak meski pilu, harus tetap menerpa meski nestapa di dada. selamat berjuang sahabat terhebatku. semoga semua kesuksesan dan kemudahan akan menyertai niat tulus kita menuntut ilmu.
dan...inilah aku sekarang :



"Kisah ini adalah kisah alunan bambu,
di pucuk kamboja dan rerimbun perdu,
teguk bejana bertahta madu,
duduk bersandar jangn berlalu,
aku terduduk jumpa padamu,
satu lagi windu"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar